Meriah.

*Tazkirah Hari Ini (29.01.2017)*

*10 Ciri Rumah Mukmin*

1. Meriah Dengan Solat
2. Meriah Dengan Bacaan Al-Quran
3. Meriah Dengan Salam
4. Meriah Dengan Zikrullah
5. Selamat
6. Bersih
7. Cantik
8. Aurat Terjaga
9. Suasana Kasih Sayang
10. Menyeronokkan

(Solusi – Panduan Hidup Bersyariat)

Advertisements

Ilmu.

islamidia.com

*Semakin Tinggi Ilmunya, Semakin Sedikit Menyalahkan Orang Lain*

Sewaktu baru kepulangannya dari Timur Tengah, Prof. DR. Hamka, seorang tokoh pembesar ormas Muhammadiyyah, menyatakan bahwa Maulidan haram dan bid’ah tidak ada petunjuk dari Nabi Saw., orang berdiri membaca shalawat saat Asyraqalan (Mahallul Qiyam) adalah bid’ah dan itu berlebih-lebihan tidak ada petunjuk dari Nabi Saw.

Tetapi ketika Buya Hamka sudah tua, beliau berkenan menghadiri acara Maulid Nabi Saw saat ada yang mengundangnya. Orang-orang sedang asyik membaca Maulid al-Barzanji dan bershalawat saat Mahallul Qiyam, Buya Hamka pun turut serta asyik dan khusyuk mengikutinya. Lantas para muridnya bertanya: “Buya Hamka, dulu sewaktu Anda masih muda begitu keras menentang acara-acara seperti itu namun setelah tua kok berubah?”

Dijawab oleh Buya Hamka: “Iya, dulu sewaktu saya muda kitabnya baru satu. Namun setelah saya mempelajari banyak kitab, saya sadar ternyata ilmu Islam itu sangat luas.”

Di riwayat yang lain menceritakan bahwa, dulu sewaktu mudanya Buya Hamka dengan tegas menyatakan bahwa Qunut dalam shalat Shubuh termasuk bid’ah! Tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Saw. Sehingga Buya Hamka tidak pernah melakukan Qunut dalam shalat Shubuhnya.

Namun setelah Buya Hamka menginjak usia tua, beliau tiba-tiba membaca doa Qunut dalam shalat Shubuhnya. Selesai shalat, jamaahnya pun bertanya heran: “Buya Hamka, sebelum ini tak pernah terlihat satu kalipun Anda mengamalkan Qunut dalam shalat Shubuh. Namun mengapa sekarang justru Anda mengamalkannya?”

Dijawab oleh Buya Hamka: “Iya. Dulu saya baru baca satu kitab. Namun sekarang saya sudah baca seribu kitab.”

Gus Anam (KH. Zuhrul Anam) mendengar dari gurunya, Prof. DR. As-Sayyid Al-Habib Muhammad bin Alwi al- Maliki Al-Hasani, dari gurunya Al-Imam Asy-Syaikh Said Al-Yamani yang mengatakan: “Idzaa zaada nadzrurrajuli wattasa’a fikruhuu qalla inkaaruhuu ‘alannaasi.” (Jikalau seseorang bertambah ilmunya dan luas cakrawala pemikiran serta sudut pandangnya, maka ia akan sedikit menyalahkan orang lain).

Semakin gemar menyalahkan orang semakin bodoh dan dangkal ilmunya, semakin Tinggi ilmu seseorang maka semakin tawadhu ( rendah hati ), carilah guru yang tidak pernah menggunjing dan mengkafirkan siapapun.

Hal ini sama seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk, itulah peribahasa yang sering kita dengar. Yang memiliki arti, orang berilmu yang semakin banyak ilmunya semakin merendahkan dirinya. Tanaman padi jika berisi semakin lama akan semakin besar. Jika semakin besar otomatis beban biji juga semakin berat.

Jika sudah semakin berat, maka mau tidak mau seuntai biji padi akan semakin kelihatan merunduk (melengkung) kearah depan bawah. Karena batang padi sangat pendek, strukturnya berupa batang yang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang. Jadi tidak sebanding dengan beban berat biji padi yang semakin lama semakin membesar. Berbeda dengan biji padi yang kosong tidak berisi, walaupun kelihatan bijinya berbuah banyak karena tidak berisi maka seuntai biji padi tersebut akan tetap berdiri tegak lurus.

Sumber: www.fiqhmenjawab.net

BUYA HAMKAORANG ALIMTINGGI ILMUNYA

Afdal.

WarisanSalaf.Com:
📕📝🍂 MEMBACA HADITS JUGA DAPAT PAHALA

➖➖➖➖

📝 Pertanyaan: Terdapat beberapa dalil tentang pahala membaca Al Qur’anul Karim. Apakah membaca hadits nabi juga berpahala? afiiduna barokallahu fiikum
📡 Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah menjawab:

🍂 “Ya, membaca ilmu semuanya berpahala. Mempelajari ilmu dan mendalami ilmu baik dari jalan Al-Qur’an dan jalan As-Sunnah padanya terdapat pahala yang besar.

🔵 Ilmu itu diambil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خيركم من تعلم القرآن وعلمه

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

☑️ Telah diriwayatkan hadits-hadits yang banyak tentang (pahala) membaca Al-Qur’an, di antaranya adalah:

اقرءوا القرآن فإنه يأتي شفيعاً لأصحابه يوم القيامة

“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi pembacanya.” (HR. Muslim)

🍃 dan suatu ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أيحب أحدكم أن يذهب إلى بطحان – وادي في المدينة يقال له في بطحان – فيأتي بناقتين عظيمتين في غير إثم ولا قطيعة رحم. فقالوا: كلنا يحب ذلك يا رسول الله! قال: لأن يذهب أحدكم إلى المسجد فيتعلم آيتين من كتاب الله خير له من ناقتين عظيمتين, وثلاث خير من ثلاث ومن أربع ومن عددهن من الإبل

✳️ “Apakah seorang dari kalian suka pergi ke Buthhan –sebuah lembah di Madinah – lalu ia pulang dengan membawa dua ekor unta yang besar tanpa berbuat dosa dan tanpa memutuskan hubungan silaturahmi?

Para shahabat menjawab: “(tentu saja) Kami semua menyukai hal itu wahai Rasulullah”.

✔️ Beliau bersabda:

“Sungguh, salah seorang dari kalian pergi ke masjid, lalu dia mempelajari dua ayat Al-Qur’an, maka hal itu lebih baik baginya dari pada dua ekor onta yang besar.

Jika dia mempelajari tiga ayat, itu lebih baik baginya dari pada tiga ekor onta. Demikian pula dengan empat ayat, dan seterusnya dari bilangan-bilangan onta tersebut.” atau sebagaimana yang diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

📡 Ini semua menunjukkan keutamaan mempelajari Al-Qur’an.

💢 Demikian pula hadits Ibnu Mas’ud ,

من قرأ حرفاً من القرآن فله حسنة والحسنة بعشر أمثالها

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka ia akan mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipat gandakan menjadi sepuluh kebaikan yang serupa.”
📖 Demikian pula As-Sunnah, bila seorang mukmin membaca hadits-hadits dan mempelajarinya, maka ia akan mendapat pahala yang besar, karena ini juga bagian dari mempelajari ilmu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من سلك طريقاً يلتمس فيه علماً سهل الله له به طريقاً إلى الجنة

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu (agama), maka Allah akan mudahkan jalannya ke surga karena upayanya tersebut.”

✅ Ini menunjukkan bahwasanya mempelajari ilmu, menghafal hadits-hadits, dan mendiskusikannya termasuk sebab yang memasukkan ke dalam surga dan menyelamatkan dari neraka.

Demikian pula sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam,

من يرد الله به خيراً يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan baginya, maka Allah pahamkan dia dalam urusan agamanya.” (Muttafaqun ‘alaihi)
📗 Maka mendalami agama bisa melalui jalan Al-Qur’an dan bisa juga melalui jalan As-Sunnah. Mendalami As-Sunnah di antara dalil bahwasanya Allah menginginkan kebaikan bagi hamba tersebut, sebagaimana mendalami Al-Qur’an juga dalil atas hal itu.

✔️ dan dalil-dalil atas permasalahan ini begitu banyak, walhamdulillah. barokallahu fiikum
🌎 Sumber: https://www.binbaz.org.sa/noor/1566
📝 Diterjemahkan oleh: Tim Warisan Salaf

#Fawaidumum #belajarhadits
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Selawat.

Perjuangan Dakwahku Official:
📕Pesanan Terbaik
“Berselawatlah sehingga selawat kita berkualiti. Iaitu ketika kita tidak terfikir untuk berselawat pun, ia tetap keluar daripada mulut kita”

[Tuan Guru Syeikh Muhd Zainul Abidin]
📎20